keringat malaikatku

Menjadi anak tunggal itu bukan hal yang mudah,walaupun banyak orang yang bicara anak tunggal itu dimanja, tapi sepertinya memaang begitu adanya haha tapi ada juga saatnya anak tunggal memiliki tangung jawab yang besar dimana hanya dia sendiri yang bisa bertangunjawab atas semua nya.

Ketika pagi itu datang suara  malaikat ku pun sudah berderuh.”banguuuun sudah siang, anak perawan susah sekali bangun pagi” teriak ibu ku dari dapur. setelah itupun aku bangun dan bergegas pergi sekolah waktu itu aku duduk di kelas 1 SMK dan kebetulan sekali sekolah ku jauh dari rumah  sekitar 1 jam dari rumah dengan keadaan jalalanan jakarta pagi hari. setelah selesai semua bapak menyiapkan motor tua nya, dengan tenaga seadanya bapak memanaskan motornya dan mengajak ku bergegas berangkat karna langit sudah mulai terang sekitar setengah 6 aku berangkat dan tak lupa pamit dengan ibu ku yang sedari tadi sibuk didapur memasak untuk dijual, ibu ku adalah seorang penjual nasi dirumah kami buka warung makan kecil kecilan setiap pagi beliau bangun jam 4 subuh untuk memulai memasak  yah begitulah keadaan rumah ku setiap pagi hari. Bersama bapak yang saat itu memakai jaket tebal karna dinginnya udara pagi,apa lagi bapak ku sudah tak muda,kami melaju dengan cepat, sesampai disekolah akupun mencium tangan bapak ku yang terasa sekali dingin kuliahat matanya penuh dengan harapan seakan bicara aku lah satu satunya harapan nya, sambil mengucap salam bapak berlalu pulang. Berat memang rasanya melihat tatapan bapak yang penuh harapan itu aku bukan lah anak yang berprestasi aku sama seperti anak kebanyakan,setelah mengantarku biasanya bapak mampir kepasar untuk membeli pesanan ibu dirumah setelah itu barulah bapak pulang kerumah, dengan napas yang tak panjang lagi ia mengucapkan salam kepada ibu lalu bapak bergegas membantu ibuku yang sedari tadi belum selesai memasak bisa terbayangkan betapa kerja kerasnya ibuku untuk membentu perekonomian keluarga setelah selesai pun bapak harus cepat bersiap untuk berangkat bekerja sekitar jam 8 dia berangkat. mungkin setiap langkah bapak ada lah doa untuk ku,setiap keringatnya adalah harapannya begitupula dengan ibuku tak lelah dia membantu bapak mencari nafkah untuk keluarga tak sedikitpun terpikir dia lelah dengan semua ini. Ibuku selalu mengajariku tentang kesabaran sabar menghadapi ujian, mereka adalah doa terbesarku,mereka adalah kebahagiaan ku inilah yang aku alami setiap pagi, setiap pagi bersama keluarga membuatku bangga memiliki keluarga yang kuat

loveyou more

Iklan

2 pemikiran pada “keringat malaikatku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s